**satu garis jangan kau tepis ; membuka diri tidak sama dengan menyerahkan** - Filosofi Kopi

ReviewReviewReviewReviewReviewFilosofi KopiJun 14, '08 11:54 PM
for everyone
Category:Books
Genre: Other
Author:Dewi Lestari
Pertama baca judul buku ini, ga berminat banget! Tapi adik sepupu aku ngerekomendasiin buku ini. Pas baca cerita pertama Filosofi Kopi, buat aku tertarik untuk baca buku ini sampe selesai.

Kedai Ben & Jody, nama sebuah kafe yang didasari oleh ide Ben, sebagai ahli kopi yang sudah melalang buana ke seluruh penjuru dunia untuk mempelajari racikan kopi di kafe-kafe kelas dunia. Karna pengalamannya itu, ia mampu memahami setiap rasa kopi memiliki efek sensasi dengan harapan peminumnya. Oleh karna itu, kedai kopi itu berubah nama menjadi "Filosofi Kopi, Temukan Diri Anda Disini".

Hingga suatu saat, ada seorang lelaki tua berkata ada kopi yang jauh lebih nikmat dan hebat dari Ben's Perfecto. Kopi yang dimaksud lelaki tua itu bernama Kopi Tiwus. Mendengar berita itu, Ben frustasi lalu menutup kedainya untuk mencari racikan Kopi Tiwus, ditemani oleh sahabatnya Jody, yang menjadi rekan bisnisnya itu. Ben merasa perjalanan panjangnya dalam dunia per"kopi"an sia-sia hanya karna racikan kopi bernama Kopi Tiwus itu.

Di buku ini, kita ga cuma bisa menikmati satu cerita, tapi ada cerpen dan juga prosa. Yang disetiap ceritanya memberikan makna. Satu yang aku suka :

Dalam raga ada hati, dan dalam hati ada suatu ruang tak bernama. Ditanganmu tergenggam kunci pintunya.
Ruang itu mungil, isinya lebih halus dari serat sutra. Berkata-kata dengan bahasa yang hanya bisa di pahami oleh nurani.
Begitu lemahnya ia berbisik, sampai kadang engkau tak terusik. Hanya kehadirannya yang terus terasa, mungkin jua sanggup kau raba dan bila ada apa-apa dengannya maka duniamu runtuh bagai pelangi meluruh usai gerimis.
Taukah engkau bahwa cinta yang tersesat adalah pembuta dunia? Sinarnya menyilaukan hingga kau terperangkap dan hatimu jadi sasaran sekalinya engkau tersekap. Begitu banyak garis batas memuai begitu engkau terbuai dan dalam puja engkau sedia serahkan segalanya. Kunci kecil itu engkau anggap pemberian paling berharga.
Satu garis jangan kau tepis: membuka diri tidak sama dengan menyerahkannya.
Diruang kecil itu, ada teras untuk tamu. Hanya engkau yang berhak ada dalam inti hatimu sendiri.


12 CommentsChronological   Reverse   Threaded
sikkindmo wrote on Jun 14
Pinjem donk.
Hehehehe
batokelapa wrote on Jun 15
bellliiiiiii


;p
ryanthiemungil wrote on Jun 15
dalam bangeet tuh buuuk kata2nya
batokelapa wrote on Jun 15
nyang maneee??? hehehe.....
ryanthiemungil wrote on Jun 15
Dalam raga ada hati, dan dalam hati ada suatu ruang tak bernama. Ditanganmu tergenggam kunci pintunya.
Ruang itu mungil, isinya lebih halus dari serat sutra. Berkata-kata dengan bahasa yang hanya bisa di pahami oleh nurani.
Begitu lemahnya ia berbisik, sampai kadang engkau tak terusik. Hanya kehadirannya yang terus terasa, mungkin jua sanggup kau raba dan bila ada apa-apa dengannya maka duniamu runtuh bagai pelangi meluruh usai gerimis.
Taukah engkau bahwa cinta yang tersesat adalah pembuta dunia? Sinarnya menyilaukan hingga kau terperangkap dan hatimu jadi sasaran sekalinya engkau tersekap. Begitu banyak garis batas memuai begitu engkau terbuai dan dalam puja engkau sedia serahkan segalanya. Kunci kecil itu engkau anggap pemberian paling berharga.
Satu garis jangan kau tepis: membuka diri tidak sama dengan menyerahkannya.
Diruang kecil itu, ada teras untuk tamu. Hanya engkau yang berhak ada dalam inti hatimu sendiri.
nyang niiiiii
batokelapa wrote on Jun 15
iyaaahhh taauuuukkk kok buk! hehehe.....masih banyak buk!

rata-rata pernah gw jadiin shout out di MP dan FS juga Y!M!
niwanda wrote on Jun 15
Eh samaan, baru semalam nih selesai baca buku ini....
batokelapa wrote on Jun 15
aku mash belom selesai sih....tinggal 1 cerpen lagih!
ijulbaso wrote on Jun 16
ReviewReviewReviewReview
Gue surprise dg ending cerita dimana tokohnya bernama Lana... Hmmm, ternyata dia itu lelaki bernama Maulana.
batokelapa wrote on Jun 16
wah belom baca sampe sooonnnoooooo


:D
ijulbaso wrote on Jun 16
macaciy ? itu kan di tengah2x buku, bukan di akhir... katanya tinggal 1 cerpen lagih..
batokelapa wrote on Jun 16
lah 1 cerpen kan belom tentu ditengah atau diakhir...bisa aja malah di depan! hehehe....bacanya ngacak....
Add a Comment
How would you rate this book? (optional)
   
© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help